cara-membuat-brand-sendiri

Era modern seperti ini, menuntut masyarakat untuk bisa mengoperasikan layar gawai. Apalagi kini segala sesuatu bisa dilakukan dengan berselancar di dunia maya, salah satunya berbelanja. Tak ayal bila banyak sekali orang yang beralih menjajakan barangnya melalui berbagai situs daring, Bagaimana cara membuat brand sendiri?

Ada berbagai kelebihan platform omnichannel sebagai solusi E-commerce, supaya bisnis online Anda dapat berkembang lebih baik. Namun, lazimnya setiap pemilik toko online akan membuat sebuah merek atau brandguna memperkenalkan produknya ke khalayak ramai. Tak hanya itu saja, dengan adanya brand pula membantu pelanggan untuk mengingatnya. Lantas bagaimana cara membuat brand sendiri? Simak ulasannya.

1.Menentukan Nama Brand yang Simple dan Unik

Langkah pertama yang harus dilakukan guna membuat brand atau merek untuk produk yang anda jajakan, yaitu menentukan nama yang simple dan unik. Anda bisa melakukan riset melalui beberapa brand ternama yang memiliki nama unik, lalu kembangkan menjadi namamu sendiri.

Pastikan bahwa nama tersebut, mudah untuk diucapkan agar bisa diingat oleh calon customer kelak. Tak hanya itu saja, anda pun harus menentukan nama brand guna mewakili jenis produk yang dijajakan dan target pasar. Misalnya saja anda ingin menjual pakaian perempuan, maka namanya harus lebih feminim.

2.Mendesain Logo Semenarik Mungkin

Bila anda telah menentukan nama brand yang sesuai dengan produk, maka selanjutnya yaitu mendesain logo. Perlu anda ketahui, bahwa cara bikin brand sendiri pada tahapan desain logo ini tidak harus selalu artistik. Anda hanya perlu logo yang simpel dan bisa menarik perhatian mata atau eye catching.

Tatkala anda mendesain logo brand, hindari menggunakan warna yang terlalu mencolok di mata. Alangkah baiknya jika memilih warna netral nan menyejukkan. Lazimnya, untuk pebisnis pemula akan mendesain logo menggunakan aplikasi sederhana di smartphone.

Namun jika anda merasa kesusahan atau kurang puas dengan hasil sendiri, disarankan untuk gunakan jasa visual designer. Hal seperti ini, tentunya membutuhkan dana tambahan. Usai logo brand telah jadi, anda bisa menggunakannya sebagai foto profil toko dan watermark di setiap gambar produk.

Baca juga: Peluang Bisnis Baru Saat Musim Hujan Datang yang Bisa Kamu Coba

3. Membangun Personalisasi

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa logo brand yang telah dibuat bisa digunakan sebagai foto profil ataupun watermark untuk setiap gambar produk. Untuk bisa membuatnya, anda bisa menggunakan beberapa aplikasi yang telah tersedia di PlayStore ataupun AppStore.

Cara bikin brand sendiri selanjutnya adalah pada judul produk bisa ditambahkan kata kunci berupa nama brand. Hal ini bertujuan mempermudah calon pembeli guna mencari produk yang anda jajakan. Tak hanya itu saja, anda pun harus bisa memainkan kata kata semenarik mungkin di bagian deskripsi produk.

Dimana kata kata tersebut harus sesuai dengan persona yang ingin dibangun pada toko online anda. Misalnya saja, bila ingin terkesan lebih feminim maka anda bisa menuliskan kata kata seperti “yuk buruan dipesan yaa sis” atau “ayo sis dipesan sebelum kehabisan”.

4.Melakukan Promosi

Bila anda baru memulai bisnis, maka cara yang paling ampuh guna menarik perhatian calon customer ialah dengan melakukan promosi. Anda bisa memulainya dengan cara mengenalkan brand usaha di berbagai media sosial. Tak hanya gratis, orang terdekat pun bisa digunakan sebagai target awal.

Anda memiliki modal yang cukup? Tentunya hal ini bisa dimanfaatkan dengan mencoba berbagai situs promosi melalui iklan berbayar. Mulai dari Google Ads, Instagram Ads, Facebook Ads, dan masih banyak lainnya. Cara bikin brand sendiri ini pun bisa melalui jasa endorse dari influencer terkenal.

Memulai sebuah bisnis memang terkadang menyulitkan. Namun hal ini akan terasa menyenangkan bila anda melakukannya dengan senang hati. Bahkan dengan bisnis online bisa membantu anda untuk mengumpulkan pundi pundi rupiah sebanyak mungkin, bila dilakukan secara konsisten.

Baca juga: Persamaan dan Perbedaan Dua Jenis Bisnis B2B dan B2C yang Perlu Kamu Ketahui