Adanya pandemi Covid-19 yang membuat kita diharuskan menjaga jarak dan di rumah saja, membuat nilai rupiah yang sudah seperti perosotan air yang naik turun gak menentu.

Hal ini tentunya memengaruhi iklim ide bisnis rumahan yang tak menentu. Tidak mengherankan, di sana-sini muncul keluhan bisnis lesu lantaran rupiah jeblok. Banyak karyawan yang di rumahkan, dan perusahaan yang gulung tikar akibat pandemi ini.

Oleh karena itu, kamu harus bisa melihat peluang di balik lesunya rupiah. Banyak yang mengambil ide bisnis rumahan yang tidak terpengaruh anjloknya mata uang dalam negeri.

Berikut ini beberapa ide bisnis rumahan:

  1. Membuat Boneka

Modal: Rp 5-8 juta

Modal itu dipakai untuk membeli peralatan dan bahan, seperti kapas, gunting, kain, dan benang. Lebih bagus kalau bisa menambah sedikit untuk membayar dua-tiga pegawai, sehingga produksi dapat lebih banyak.

Agar memastikan keuntungan, pasarkan bisnis kamu melalui internet dan sosial media supaya target pembeli di mancanegara dapat melihat produk kamu. Agar dapat bersaing, pastikan kamu atau karyawanmu memiliki kemampuan membuat boneka dengan kualitas baik.

  1. Hijab

Modal: Rp 5-10 juta

Gak perlu produksi sendiri kalau mau bisnis hijab. Kita bisa ambil dari pemasok atau supplier, seperti membeli di pasar Tanah Abang, kemudian kamu jual lagi. Tapi harus pandai tawar-menawar supaya bisa mendapatkan harga miring lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Pasar di dalam negeri masih bagus karena Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim. Kamu dapat menjualnya di Marketplace dan memasarkannya melalui sosial media.

  1. Warung Makan

Modal: Rp 30-40 juta

Bisnis mendirikan warung makan mirip seperti katering. Hanya saja, modalnya lebih besar karena ada biaya sewa tempat. Kecuali kamu sudah memiliki tempat sendiri.

Sama seperti katering, jualan menu dalam negeri saja biar tidak perlu mendatangkan bahan dari luar negeri. Membuat warung nasi di deket kawasan yang ramai pastinya menjanjikan dengan target pelanggan sekitar. Tentunya masakan kamu juga harus enak dan bervariasi agar kamu memiliki pelanggan tetap.

  1. Kerajinan Tangan

Modal: Rp 10-20 juta

Kamu dapat membuka bisnis kerajinan tangan dengan bahan murni dari dalam negeri. Apabila kamu bisa bikin sendiri dan mempekerjakan pegawai, itu bagus. Tapi kalau tidak bisa, kamu bisa mendatangkan produk dari sentra usaha kecil-menengah di daerah.

Di daerah Jawa seperti Sumedang dan Sleman ada desa penghasil kerajinan bambu. Apabila kamu mau bisnis kerajinan tanah liat, kamu bisa langsung ke Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Kamu juga harus tahu seluk-beluk kerajinan yang mau ditekuni sebagai bisnis biar bisa memasarkan dengan baik, syukur-syukur sampai ke negeri tetangga.

  1. Minuman Jamu

Modal: Rp 5-10 juta

Siapa bilang jualan jamu harus muter-muter jalan kaki sambil gendong botol jamu? Jamu Nusantara punya pasar di luar negeri, khususnya buat warga Indonesia yang tinggal di mancanegara entah karena kuliah, kerja, atau yang lain.

Buat penduduk lokal pun jamu masih jadi idola. Tapi kalau buka bisnis ini kita mesti tahu bahan-bahan jamu. Soalnya kalau salah memilih bahan, malah yang dijual jadi racun bukannya jamu.

  1. Ide bisnis rumahan laundry baju

Modal: Rp 3 jutaan – Rp 16 jutaan

Terakhir, ide bisnis yang cocok dijalankan di rumah adalah usaha laundry baju. Beberapa peralatan yang wajib ada dalam usaha ini adalah mesin cuci dan alat pendukung lainnya.

Jika ingin pasarnya lebih luas lagi, kamu bisa menambahkan berbagai produk seperti mencuci helm serta sepatu. Sebab sudah banyak jenis usaha seperti ini yang berkembang karena variasi layanannya yang beraneka ragam.

Harga per barang yang bisa kamu dibanderol mulai dari Rp 10 ribuan hingga Rp 75 ribuan tergantung jenis dan besar kecilnya cucian.

Itulah beberapa ide bisnis rumahan yang relatif tidak terpengaruh oleh anjloknya rupiah. karena bahan bisnis-bisnis itu mengandalkan olahan dalam negeri.

Untuk kamu yang masih bingung bisnis apa atau bosan bekerja untuk orang, bisa dicoba ide-ide bisnis rumahan di atas. Soal modal, kamu bisa diajukan ke bank agar mendapat kredit usaha. Jangan malu untuk jadi pengusaha!