kendala-mengelola-gudang-penyimpanan-untuk-bisnis-produk

Kendala Mengelola Gudang Penyimpanan untuk Bisnis Produk – Perkembangan dunia digital yang sangat pesat di Indonesia, membuat e-commerce Indonesia juga ikut berkembang dan semakin besar.

Tanpa kamu sadari, hal itu juga membuat daya konsumsi bergerak menjadi lebih cepat. Dan membuat banyak pelaku bisnis yang mengalami kewalahan memenuhi banyaknya kebutuhan konsumen. Hasilnya, bisnis tersebut menjadi tertinggal oleh kompetitor yang sedikit lebih maju satu langkah.

Menjalankan bisnis e-commerce juga harus menuntut kamu untuk memperhatikan gudang penyimpanan produk tersebut. Semakin banyak produk yang kamu jual, kamu juga dituntut untuk semakin lebih baik untuk mengelola gudang penyimpanan.

Dan berikut beberapa tantangan pelaku bisnis produk dalam mengelola gudang penyimpanan atau persediaan barang:

1. Barang yang Kadaluarsa

Apabila kamu memilih untuk berjualan produk yang memiliki tanggal kadaluarsa, seperti makanan atau kosmetik, produk tersebut bisa saja mencapai tanggal kadaluarsanya apabila tidak kamu jual tepat waktu. Produk yang mencapai tanggal kadaluarsa akan menjadi sia-sia dan tentu saja kamu akan mengalami kerugian.

Oleh sebab itu, kamu harus menyiasati produk makanan atau kosmetik yang memiliki kadaluarsa. Misalnya, kamu dapat mengolah makanan saat pesanan ada, atau kamu bisa membuka pre order dengan tenggat waktu yang kamu tentukan.

2. Adanya Stok Mati

Tanggal kadaluarsa bukan satu-satunya yang menyebabkan kamu merugi. Tantangan kamu selanjutnya adalah stok mati. Produk yang tidak bisa dijual karena sejumlah alasan, misalnya sudah ketinggalan zaman. Sebuah produk dinyatakan stok mati setelah disimpan di gudang selama 12 bulan.

Biasanya kamu bisa membuat diskon atau memberikan penawaran tertentu yang membuat produk tersebut habis terjual. Atau kamu bisa menyiasatinya dengan tidak menimbun terlalu banyak produk tersebut.

3. Biaya yang Mahal

Apabila kamu tidak memiliki tempat penyimpanan sendiri, mau tidak mau kamu harus menyewa tempat untuk menyimpan. Jika kamu memiliki terlalu banyak produk sekaligus atau berakhir dengan produk yang sulit dijual, kamu akan memiliki kendala tempat penyimpanan yang lebih besar. Hal itu akan membuat kamu menyewa tempat penyimpanan yang lebih luas dan memakan biaya yang menjadi lebih mahal.

4. Tata Letak

Setiap pelaku bisnis pasti memiliki caranya sendiri untuk mengatur tata letak barang yang ada di dalam gudang. Belum tentu tata letak gudang yang cocok untuk bisnis produk pakaian dapat cocok juga untuk diterapkan pada produk makanan. Tata letak produk yang tidak sesuai akan mengakibatkan terhambatnya pengiriman barang ataupun terjadinya kesalahpahaman antar pegawai. Dan ujung-ujungnya, pelayanan pelanggan pun akan menjadi terganggu.

Untuk itu para pemilik bisnis online wajib memahami bagaimana pentingnya untuk mengelola gudang penyimpanan dengan efisien. Platform Omnichannel adalah fungsi yang sangat dibutuhkan para pemilik bisnis online di saat ini. Genie Omnichannel adalah platform yang sudah menolong berbagai platform E-commerce Indonesia untuk memajukan masing-masing bisnis mereka menjadi lebih efektif.