Seorang pebisnis sering kali mengalami kegagalan atau bahkan langsung meraih sukses. Semua itu tergantung strategi orang tersebut menjalankan bisnis. Berikut strategi dalam menghadapi bisnis dengan tekanan tinggi, dan tentunya strategi bisnis berikut yang sangat relevan dengan krisis saat pandemi Covid-19.

Strategi bisnis sendiri adalah upaya bisnis dalam mengambil suatu keputusan, kebijakan dan pedoman yang mempunyai komitmen dan tindakan yang jelas. Strategi bisnis saat ini berfungsi untuk membangun keunggulan bisnis agar mencapai tujuan dan tetap bertahan saat Covid-19.

1. Sesuaikan Tujuan Bisnis
Tujuan bisnis haruslah selalu untuk bertahan. Ini berarti, siap untuk hal terburuk dan selalu berharap hal yang terbaik. Baik para ekonom, peramal, pengamat atau siapa pun tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah pandemi berlalu. Jadi, buat tujuan secara realistis dan se konservatif mungkin. Jangan taruh harapan yang tidak dapat direalisasikan dengan keadaan bisnis saat ini.

2. Proyeksikan Bisnis Setiap Minggu
Semuanya telah berubah, terutama pendapatan bisnis kamu. Maka kembangkan asumsi baru seperti berkomunikasi dengan pelanggan. Carilah fleksibilitas yang dapat bisnis kamu berikan. Lakukan perkiraan setidaknya 13 minggu dan perbarui proyeksi tersebut setiap minggu.

3. Bicara dengan Investor Bisnis
Jika kamu memiliki pemodal lain atau investor di bisnis kamu, beritahu mereka. Mereka akan menerima kemungkinan terburuk di kemudian hari jika tidak mendengarnya langsung. Walaupun pemodal pasti tahu bahwa bisnis terkena masalah, tetapi dengan memberitahunya secara langsung berarti sudah menghargai keberadaan pemodal di bisnis kamu.

4. Potong Biaya Overhead
Jika kamu memiliki pengeluaran yang tidak segera dapat dikembalikan, singkirkan anggaran pengeluaran ini. Tapi jika memang diperlukan untuk bisnis, lakukan setelah kamu yakin bahwa bisnis akan mulai bangkit.

5. Cari Peluang Bisnis yang Ada
Seiring dengan segala pemotongan biaya overhead dan lainnya, cari peluang bisnis baru yang dapat dilakukan dengan biaya minimum. Contoh salah satu strategi bisnis yaitu saat ini beberapa industri bisnis tekstil sedang membuat APD dan masker untuk tenaga kerja medis. Lihat apakah bisnis kamu dapat melakukan hal yang sama.

6. Cari Tren yang Muncul
Virus Corona memiliki dampak jangka panjang. Pendidikan, kursus dan cara belanja pelanggan mulai dikerjakan dari rumah secara online. Hal ini akan membuat mereka tidak hanya menyesuaikan diri dengan keadaan tetapi juga pemacu untuk terus bertumbuh di masa yang akan datang. Cari tren apa yang dapat dilakukan bisnis kamu sehingga membuat bisnis tetap sibuk dan terus berkembang.

7. Gabungkan Bisnis dengan Bisnis Lain
Pikirkan gabungan bisnis atau merger dengan mitra yang tepat. Kamu mungkin akan mendapat harga yang bagus jika saat ini kamu mampu membeli bisnis tertentu atau menghindari kebangkrutan jika saat ini bisnis semakin melemah. Menguat atau melemah, keduanya tetap akan mendapat keuntungan tersendiri.

8. Menunda Produk yang Menanggung Banyak Biaya
Jangan sediakan produk atau layanan yang tidak terlalu bermanfaat untuk arus kas bisnis kamu saat ini. Misalnya produk A yang membutuhkan biaya produksi yang lebih besar dibanding produk B, tetapi penjualannya sangat sedikit. Perhatikan produk mana yang lebih menambah pemasukan tanpa pengeluaran yang banyak. Ingat, untuk apa produk jangka panjang jika bisnis saja belum tentu bertahan.

Begitulah beberapa strategi bisnis yang bisa kamu coba, untuk tetap bertahan pada masa krisis Covid-19 ini.